Memulai Freelance di UpWork

Memulai Freelance Di UpWork

Halo selamat datang

Kali ini mau ngepost tentang freelance lagi, yaitu tentang memulai freelance di situs freelance internasional UpWork. Awalnya sudah lama sata mengetahui UpWork di internet tetapi belum pernah nyoba, jadi pada awal tahun 2017 ini saya mau coba memulai freelance ke tingkat internasional di UpWork, sebelumnya saya juga sudah freelance di situs freelance lokal Projects.co.id & Sribulancer.

Di Projects.co.id sudah lumayan mendapat 12 projek yang terselesaikan walaupun belum terlalu besar dari sisi budget, ya tapi lumayan lah. Sedangkan di Sribulancer belum juga mendapat projek, entah kenapa agak susah mendapatkan projek di Sribulancer, saya nggak tau juga.

Saat ini saya sudah ada profil UpWork bisa dilihat disini. UpWork juga merupakan dulunya gabungan dari Elance & oDesk, beberapa hal yang berbeda dari situs freelance lokal di Indonesia menurut saya adalah:

  1. Bahasa Inggris. Pasti tentunya menggunakan bahasa inggris karena bekerja dalam skala internasional, dimana banyak orang dari berbagai belahan dunia, tentunya mengunakan bahasa komunikasi internasional yaitu bahasa inggris, jadi jika ingin memulai freelance di UpWork pastikan menguasai bahasa inggris dulu.
  2. Sistem pembayaran perjam/perhour. Walaupun ada juga projek-projek yang menggunakan fixed price (harga tetap), yang menjadikan perbedaan UpWork dengan situs freelance lokal Indonesia lainya itu adalah bayaran perjam/perhour, kita akan dibayar perjamnya selama projek dikerjakan. Jika memerlukan waktu yang lama, maka bayaran akan semakin besar
  3. Harga projek lebih normal. Hal yang paling menyedihkan di situs freelance lokal seperti Projects.co.id menurut pengalaman saya yang sdah lebih dari 7 bulan. Harga-harga projek sangatlah dibawah rata-rata, dan ini juga disebabkan oleh banyak faktor, ada yang menawarkan jasanya dengan harga yg murah, ada pula owner yang memberikan budget yang sangat kecil. Tetapi jika dilihat di UpWork, budget projek lebih normal dan memakai dollar, tentunya akan lebih besar bila ditukarkan dengan rupiah
  4. Pricing. Freelance di UpWork dikenakan harga jika ingin mendapatkan berbagai fitur premium dari UpWork, saya sendiri masih menggunakan akun gratis, dengan batasan 60 connects, connects digunakan untuk membid projek, satu kali membid projek di UpWork dikenakan 2 connects, sehingga saya hanya bisa membid 30 projek di UpWork dalam 1 bulan, dan akan di refresh lagi connect nya dibulan baru kembali menjadi 60 connects lagi. Berbeda dengan fitur-fitur akun premium UpWork yang tentunya lebih professional.
  5. Payment Method. Di situs freelance lokal Projects.co.id & Sribulancer saya memakai metode transfer bank lokal. Tetapi di UpWork saya memakai metode pembayaran PayPal. Di UpWork mendukung berbagai metode pembayaran, silahkan kunjungi saya website Upwork untuk informasi lebih detilnya.

Sebenarnya banyak poin-poin lain yang ingin saya sampaikan, tetapi 5 poin hal ini lah yang paling mencolok setelah saya mulai membuat akun di UpWork, semoganya saya bisa mendapatkan projek di UpWork, mendapatkan client dari luar negeri, saya akan terus berjuang membuat proposal yang menarik untuk owner-owner projek UpWork, tentunya dengan terus menambah skills saya juga.

Terima kasih telah berkunjung diweb pribadi saya ini, sampai jumpa 🙂

4 Replies to “Memulai Freelance di UpWork”

  1. Bang mau tanya soal connect, kan kita dijatah 60 connect perbulan utk akun gratisan.
    Nah kalo misal ane ngebid project, eh ternyata tidak diterima apakah connect nya berkurang atau tetep bang?

    1. Ya pasti hilang, kan untuk ngebid perlu connect. makanya manfaatin connect sebaik” nya.

  2. asslm, mau tnya, bila sudah join projek, kita perlu jumpa member, atau buat sendiri drumah ?

    1. Maksudnya jumpa member apa ya yang dimaksud ?

Tinggalkan Balasan